Delayed Walking, Kemungkinan Penyebab Anak 16 Bulan Belum Bisa Jalan

Delayed Walking, Kemungkinan Penyebab Anak 16 Bulan Belum Bisa Jalan

Anak 16 bulan belum bisa jalan sering membuat cemas para orangtua, karena proses berjalan merupakan salah satu indikator tumbuh kembang seorang anak.

Biasanya, anak akan mulai belajar berjalan ketika menginjak usia 9-16 bulan. Jika sampai batas usia tersebut anak belum juga bisa berjalan tanpa dipegangi, kemungkinan ia mengalami delayed walking atau terlambat berjalan.

Delayed walking sangat erat kaitannya dengan kebiasaan si anak, padahal anak lain seusianya sudah mampu berlari. Hal ini bisa terjadi karena beberapa alasan, seperti kurangnya kesempatan dan latihan, genetik, ataupun temperamen. Berikut penjelasannya menurut Pulsastart:

Mengenal Penyebab Anak 16 Bulan Belum Bisa Jalan

Mengenal Penyebab Anak 16 Bulan Belum Bisa Jalan

Penyebab terjadinya delayed walking pada anak memang bermacam-macam. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

1. Terlambatnya Kematangan Sistem Motorik Anak

Para ahli mengatakan, jika seorang anak mengalami delayed walking, maka anak pun akan mengalami keterlambatan kemampuan untuk duduk secara mandiri.

Perlu Anda ketahui, perkembangan motorik anak meliputi kemampuan untuk mengangkat kepala di usia 4 bulan dan duduk di usia sekitar 6-8 bulan. Apabila pada usia 10-11 bulan anak belum bisa duduk, kemungkinan ia akan mengalami delayed walking.

Terlambatnya kematangan sistem motorik ini bisa dikarenakan anak terlalu fokus mengembangkan diri pada kemampuan lain. Misalnya, kemampuan mendengar, berbicara, ataupun memperhatikan sekelilingnya.

Jadi, seharusnya orangtua tak perlu khawatir. Pasalnya, setiap anak bakal mengembangkan kemampuannya dalam waktu yang berbeda-beda. Anda hanya perlu menunggu waktu yang tepat saat anak memang telah siap untuk berjalan.

2. Mengidap Suatu Kelainan

Kelainan karena disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti cacat lahir, ataupun kelainan lain dapat membuat tumbuh kembangnya tidak normal. Akibatnya dapat mengganggu kekuatan otot dan kakinya untuk menopang berat tubuh sehingga membuatnya tidak mampu berjalan.

Namun tak hanya itu, penyakit juga dapat menyebabkan anak tidak bisa berjalan antara lain, down syndrome dan cerebral palsy.

3. Penyebab Eksternal atau Lingkungan Sekitar

Tak sedikit penyebab eksternal yang bisa membuat seorang anak mengalami delayed walking. Mulai dari terjatuh hingga mengalami benturan keras di kepala yang memengaruhi saraf di otaknya.

Selain itu, ibu yang terpapar racun selama masa kehamilan juga bisa menyebabkan delayed walking  pada anak. Infeksi virus, malnutrisi selama masa tumbuh kembang, ataupun sakit dalam waktu lama juga bisa jadi faktor eksternal anak 16 bulan terlambat untuk berjalan.

4. Temperamen

Temperamen atau watak merupakan sikap maupun keinginan pribadi anak yang kemudian memengaruhinya dalam bertingkah laku.

Terkadang, sebagian balita merasa lebih nyaman berbaring atau merangkak untuk bergerak. Mereka akan mulai berjalan, jika memang sudah merasa siap untuk melakukannya.

Oleh sebab itulah, tak ada yang bisa dilakukan orangtua selain membiarkan anak tumbuh sesuai keinginannya. Anda hanya perlu memberikan stimulasi agar kakinya terlatih untuk berjalan sebagaimana mestinya.

Cara Mudah Mengatasi Anak 16 Bulan Belum Bisa Jalan

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan sebagai orangtua untuk mengatasi delayed walking pada anak, di antaranya:

1. Membatasi Durasi Menggendong Anak

Menggendong anak memang salah satu momen paling menyenangkan bagi orangtua. Namun demi kebaikan mereka, sebaiknya Anda jangan terlalu lama atau terlalu sering menggendongnya. Sebaiknya, biarkan anak bermain di lantai agar ia terstimulasi untuk mulai berdiri, merambat, dan akhirnya berjalan.

2. Meletakkan Mainan Jauh dari Jangkauan Anak

Meletakkan mainan jauh dari jangkauan anak juga bisa mendorongnya untuk berjalan. Sementara untuk membuat anak mau berdiri, Anda bisa mengajaknya bermain dalam posisi berdiri juga tentunya.

3. Menuntun Anak Agar Mau Berjalan

Dengan memegang kedua tangan anak dan menuntunnya berjalan, dapat membantu mempercepat perkembangan sistem motorik anak.

Sebaiknya, posisikan anak berdiri menghadap ke depan, kemudian pegang kedua tangannya dari belakang, dan bantu anak untuk melangkah secara perlahan. Cara ini berguna untuk menguatkan otot dan melatih keseimbangan tubuh anak.

4. Jangan Gunakan Baby Walker

Percayalah, baby walker dapat merangsang anak untuk berjalan hanyalah mitos belaka. Bahkan, penggunaannya tidak dianjurkan karena justru bisa menyebabkan anak mengalami delayed walking. Di samping itu, baby walker juga meningkatkan risiko terjadinya cedera pada anak.

Dengan mengetahui penyebab delayed walking, Anda bisa lebih memahami mengapa anak usia 16 bulan belum bisa jalan. Jangan patah semangat, terus berikan stimulasi dan latihan agar ketika anak siap, dia tak akan ragu atau takut terjatuh.

Namun jika sampai di atas usia 18 bulan anak belum bisa berjalan, maka sebaiknya periksakan kondisinya ke dokter. Apabila menurut Anda informasi ini bermanfaat.

Jangan lupa dibagikan ya!

Recommended For You

About the Author: Muhammad Luqmanul Hakim

Hobi Makan dan Baca Buku, Penyuka Tantangan dan Hal Baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *